Category Archives: Up!

Esok Kan Bahagia?

Standar

Kenapa mesti besok?

kamu tahu, ada ribuan alasan bertebaran

di sekitaran,

untuk kamu berbahagia.

hanya terkadang, you missed them all.

one sadness cover your eyes

to see the thousands reasons

to be happy.

today is your day.

the present.

so, why it has to be tomorrow? 🙂

*bahagia = syukur, begitu bukan rumusnya?

We may be sad. Wajar. Manusia. Hanya saja, walapun sedang bersedih, kita bisa saja merasakan bahagia *maksa? Betapapun sedihnya kamu, yakin deh, pasti kamu masih bisa bahagia (baca: bersyukur). Hari ini. Iya, Hari ini. Ngga mesti besok. *ngotot 😀

Pasca kening berkerut tercenung sama judul lagu, “esok kan bahagia”. Lagunya tidak salah, liriknya bagus. Kata-kata kuncinya: jangan larut dalam sedih. cuma sebentar, cukup sehari. esok akan bahagia. ikhlas. hikmah. yakin pada diri sendiri, yakin padaNya. tidak berputus asa.

Putus asa itu berjuta rasanya. Jadi bukan jatuh cinta saja yang berjuta rasanya.

Membaca hikmah dari setiap masalah yang datang, itu menguatkan.

Be good, be happy, be with HIM, always.

[Uplifting Hadist]: Say No To Seandainya!

Standar

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah dan keduanya memiliki kebaikan. Bersegeralah terhadap apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta janganlah merasa lemah. Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau mengatakan, ‘Seandainya aku melakukannya, niscaya akan begitu dan begitu.’ Namun katakanlah, ‘Ini adalah ketentuan dari-Nya, Dia melakukan apa yang dikehendaki-Nya.’ Karena sesungguhnya kata ‘Seandainya membuka (pintu) tipu daya setan. [HR Muslim].

Pilih mana?

Mau jadi mukmin yang lemah atau mukmin yang kuat?

Sesama mukmin, keduanya memiliki kebaikan, karena memang ada kebaikan di setiap diri orang-orang mukmin. Namun terkadang, kita lupa untuk menguatkan diri saat tersandung, terjatuh atau terpeleset. Kemudian kata penyesalan-pun muncul, andai saja saya tidak begitu, andai saja saya begini, Tetapi ternyata itu sangat tidak baik.

Mungkin, alangkah lebih baik jika kata seandainya tersebut diganti dengan “Apa yang salah dengan saya?”, “Apa yang harus saya perbaiki?”, sebuah evaluasi. Untuk kemudian menjadi lebih baik lagi, lebih kuat lagi dalam memulai langkah yang sedikit terganggu tadi.

Sumber kutipan hadist: Yuri, Abdurrahman. 2010. “B3P; Berhati, Berpikir, Bertindak Positif”. Bandung: MQS Publishing.

–another shout out reminder to myself–

Penonton atau Pemain? atau Pelatih, atau Pengamat?

Standar

“Penonton atau Pemain? atau Pelatih, atau Pengamat?” that is what is being questioned by a friend of mine on his morning wall post. then I say : “Pemain dan Pelatih! Feel the fight, share the skills! 😉 bagaimana dengan Pengamat? Menurut saya, klo sudah jadi Pelatih, otomatis pasti akan mengamati. Bedanya dengan sang Pengamat saja, Pelatih akan mengamati dalam diam—a.k.a ga berisik—kemudian hasil pengamatannya akan dimuntahkan berupa solusi nyata, diuji terlebih dahulu keefektifan solusi tersebut dan kemudian jika hasilnya positif efektif untuk diterapkan, tentu saja disalurkan, dialirkan kepada yang dilatih. Kalau pengamat, hm, sepertinya akan mengkritisi saja memberi solusi juga, tetapi tidak disertai dengan pembuktian, pengetesan apakah solusi tersebut —yang biasanya keluar dengan kata “semestinya, seharusnya, sebaiknya, dll”—efektif atau tidak untuk diterapkan. Begitu, ya? :p

So Fast (and So Furious?)

Standar

So Fast (and So Furious?) “Already Thursday? so fast 😀 ” said a friend of mine in her YM shout out this morning. Well. That’s the truth everyone! Yup. So fast ,and so furious also? When people feel that time is running out fast, is that by all means that they are doing things and things.

The big question is: “Are the things useful?”

Let’s us be careful with our time. Your time is only yours. You cannot steal it from anybody else.

“Our time is running out…” -muse mode on-

So mind our time. Your time is your blade. If you’re slow, it’ll cut you down slowly but sure or just right in time.

You’re fast, your blade will cut down barriers. Choose! *I am yelling out those words in my head….