[Uplifting Hadist]: Say No To Seandainya!

Standar

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah dan keduanya memiliki kebaikan. Bersegeralah terhadap apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta janganlah merasa lemah. Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau mengatakan, ‘Seandainya aku melakukannya, niscaya akan begitu dan begitu.’ Namun katakanlah, ‘Ini adalah ketentuan dari-Nya, Dia melakukan apa yang dikehendaki-Nya.’ Karena sesungguhnya kata ‘Seandainya membuka (pintu) tipu daya setan. [HR Muslim].

Pilih mana?

Mau jadi mukmin yang lemah atau mukmin yang kuat?

Sesama mukmin, keduanya memiliki kebaikan, karena memang ada kebaikan di setiap diri orang-orang mukmin. Namun terkadang, kita lupa untuk menguatkan diri saat tersandung, terjatuh atau terpeleset. Kemudian kata penyesalan-pun muncul, andai saja saya tidak begitu, andai saja saya begini, Tetapi ternyata itu sangat tidak baik.

Mungkin, alangkah lebih baik jika kata seandainya tersebut diganti dengan “Apa yang salah dengan saya?”, “Apa yang harus saya perbaiki?”, sebuah evaluasi. Untuk kemudian menjadi lebih baik lagi, lebih kuat lagi dalam memulai langkah yang sedikit terganggu tadi.

Sumber kutipan hadist: Yuri, Abdurrahman. 2010. “B3P; Berhati, Berpikir, Bertindak Positif”. Bandung: MQS Publishing.

–another shout out reminder to myself–

Iklan

Say something?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s