A Lifetime Best Friend

Standar

“Ja, Teori berkata: Kita adalah apa yang kita pikirkan. Kemudian berpengaruh kepada perasaan. Lalu kepada tindakan. Pikiran, hati dan tindakan.

Jika kita ingin bahagia, positiflah dalam berpikir. Hati akan terasa luas, bertindak pun menjadi semangat.

Lain halnya jika kita memutuskan untuk berada di kutub negatif saat keadaan sedang tak mengenakkan, perasaanpun akan terasa sempit, tubuh akan bergerak gontai.

Tetapi, namanya juga manusia. Terkadang, bagi saya, untuk tetap memilih bergeser ke kutub positif di saat sekitar memberikan ion-ion negative, cukup sulit.

Terkadang pikiran ini memutuskan untuk berada di garis abu-abu saja. Berhenti sejenak. Menikmati keabu-abuan. Namun, terlalu lama berada di garis abu-abu, lama-kelamaan, energy positif yang tersisa bisa habis juga. Lama-lama, ion –ion positif yang tadinya berwarna putih bersinar, berubah menjadi keabu-abuan lalu menjadi abu-abu yang sebenarnya.

Jiwa ini rasanya seperti di-vacum oleh Dementor *lebay ya! Dasar tukang ngayal!

Kalau kata John Mayer, ‘….my fuse to dry…’ yes. Yes. My fuse is running to dry.

Kalau sudah abu-abu begini, sama buku aja musuhan. Bawaannya malas………………………………..

Inginnya cuma menonton sesuatu yang bisa membuat saya tertawa. Sebuah pelarian tepatnya.

Tidak mau melihat dunia karena dunia begitu melelahkan. Padahal, usia saya masih kepala dua, kok udah ngerasa lelah begitu ya??? Ah. Jiwa ini masih perlu digembleng lebih keras lagi rupanya.

Jika sudah anteng di garis abu-abu, lagu-lagu semangat tak lagi mempan. Mereka terdengar seperti nyanyian saja. Hanya nyanyian.

Ingin dirinya beralih ke kutub positif. Berada di garis abu-abu dalam waktu yang cukup lama membuat jiwa kering. Bagaimana tidak? Ibadah cuma seadanya saja.

Ibaratnya kalau lagi musim kering, nyiram tanamannya jadi seadanya. Airnya ya yang ada saja. Tanpa mau berusaha untuk mencari air lagi supaya bisa memberikan volume air yang cukup untuk tanaman itu.

Jadi lah saya memutuskan untuk menyeret diri ke kutub utara, eh! Kutub positif. I’m dragging!

Even if it’s dragging, I do it! Yang penting jangan sampai mati kering di jiwa di abu-abu yang pada akhirnya nanti jadi abu-abu pekat bahkan hitam!”

“Hey….je…bukan lagu sih yang mesti lu dengerin….Al-Qur’an noh….”

“Iya Ja…ini juga saya mencoba untuk kembali padanya Ja….I do still remember you say. Al-Qur’an adalah sebaik-baiknya sahabat seumur hidup;  dunia saat ini dan di dunia abadi nanti. Tapi Ja….cukup berat untuk kembali…”

“Ngga apa-apa  Je…yang penting lu udah bergerak. Walaupun masih nyeret kaki. Bentar lagi juga jalan trus lari deh…”

“Aamiin Ja…terima kasih ya Ja 🙂 Bagja juga, sahabat baik seumur hidup ya. Tapi ya masih kalah sama Al-Qur’an”, seringai Kaze.

“Iye iye…. Gw juga dulu gitu Je. Eh, tapi yang ngga ampe nyeret kaki sih. Dulu, tiba-tiba aja gw balik kanan, pasca kesentil ama omongan guru gw Je. Belum mungkin ya. Setiap manusia sepertinya akan menemui masa tersulitnya. Ntar kalo gw gitu, ingetin gw ya Je!”, pinta Bagja sembari menepuk keras bahu Kaze dan berlalu ke luar kamar.

Kaze?

“Sakit Bagjaaaaaaaaaaaa…….”

Bukan. bukan. Kaze tidak begitu 😀

Laki-laki berwajah dan berbadan tirus ini, yang tubuhnya baru saja tergoncang lumayan hebat dengan satu tepukan dahsyat dari Bagja yang berbadan tiga kali lebih tebal, reflek menoleh ke arah dan cukup dengan mendaratkan satu lirikan tajam ke arah Bagja.

Spontan, tubuh Bagja tersentak. Aliran listrik baru saja menembak tubuh gempalnya dari arah belakang.

“Sori Je. Sengaja.haha…” sembari mengacungkan dua jari ‘peace’ andalannya dan menghilang di depan pintu.

–**–

“Bugg..”

“Hey!!!”

“Sori Dy”

“Sori… sori….”

“Dy!”

“Apa?”

“Lu jangan bikin List Uplifting song aja donk kalo gitu…ga cukup dengan itu aja Dy untuk membangunkan macan atau beruang yang pingsan atau apalah…”

“Jadi?”

“Tambahin Uplifting Ayat-ayat Al-Qur’an juga”

“Ide yang sangat bagus Bagja! Ok!”

“Hehe…”

“Ya udah, sono”

“Sono?”

“Sono balik ke dunia kamu. Tokoh dilarang berkeliaran lama-lama di sini. nanti ga bisa balik lagi, kapok.”

“Iye..iye…jangan galak-galak napa…oya, lu juga Dy. Sono.”

“???”

“Sono mulai bikin list Uplifting Ayat…”

“Iya iya. Dicicil dulu tapi..bantu ya”

“Beres boss”

Kalian, bantu juga ya? 😉

Iklan

Say something?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s