In Between

Standar

In Between

They’re not twin

Though sometimes they seem alike

They’re completely different

When we were in between

Which one to choose

Ask ourselves

We see

We hear

We learn

We try

To understand

Where to go

Whom to choose

Whom to hold

Whom to release

Once we decide

Firstly feels like releasing

But then feels like losing

As always

As once and many times

To be in between

Ketika dalam posisi harus memilih, diri ini benar-benar digembleng untuk bisa memutuskan. Hidup itu pilihan, kawan! Tidak mau memilih? Ya tidak hidup *ya? bagaimana tidak? tidak mau memutuskan untuk memilih berarti kita memutuskan untuk jalan di tempat saja sedangkan hidup itu waktu yang terus berjalan. Mau maju atau mundur? kalau tetap diam di tempat yang sama nanti bisa ketabrak orang. *Memangnya hidup itu lalu lintas? yess. Life is a traffic. Di jalan raya, kalau ada kendaraan mogok jadi menganggu mobilitas yang lain kan? Mau jadi pihak yang menyebabkan terganggunya hidup orang lain? Iya kalau mereka bisa lewat, kalau tidak? We can stop another’s life too. We make people wait us. We make people crash on us, etc. *analogi yang aneh dan membingungkan 😀

Sebagian orang punya kemampuan untuk memutuskan dalam waktu yang cukup singkat. Sebagian lagi, butuh waktu yang cukup lama untuk bisa memutuskan. Bisa jadi karena terlalu banyak pertimbangan atau bisa juga karena memang ketetapan hati belum ada dan memang memerlukan waktu sedikit lebih lama dibandingkan dengan orang kebanyakan. Ada orang seperti itu? Ada, idup lagi! hihi…

Dalam memilih bisa minta bantuan? referensi? Bisa. Bagaimana? Dengan bertanya pada hati kecil, bertukar pikiran dengan orang-orang terdekat, dan kemudian kepada Sebaik-baiknya Tempat Bertanya. Siapa? DIA Sang Aliim, DIA Yang Maha Mengetahui, Yang Memberi Petunjuk. Sebaik-baiknya tempat bertanya.

Bagaimanapun juga, berada dalam keadaan harus memilih itu mendewasakan diri. Bahkan secara tidak kita sadari. Memilih dan menghadapi resikonya. Kemudian bagaimana menghadapi resiko yang muncul. Sesungguhnya, tak perlu ada kekhawatiran. *Walaupun kekhawatiran itu in fact seringnya ikut unjuk gigi datang menyertai momen pasca melahirkan keputusan– Karena apa yang akan terjadi di esok hari, di masa depan adalah misteri terbesar dan tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui. *kembali kepada tulisan “I Like Monday?” dan “Ketentuan dan Ketetapan”.

Yang kita butuhkan setelah memutuskan, setelah memilih adalah YAKIN pada pilihan tersebut lalu mengusahakan yang terbaik untuk pilihan itu. Selanjutnya? tetep….berserah padaNYA 🙂

–tulisan ini dedicated for self of mine, sebagai pengingat, pasca melahirkan  😀

Iklan

Say something?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s