I Like Monday?

Standar

I like Monday.

That’s what people say when they are pumping spirit to face Monday, right?

Monday. The first day of working day, school days. Peralihan antara aura libur akhir pekan dengan dimulainya aktivitas rutin. Kadang memang terasa berat ya?

Whatever the day is, all we should do TO LOVE TODAY! ya! HARI INI!

HARI ANDA adalah HARI INI

TODAY IS YOUR DAY!

Menurut saya itulah kata-kata terbaik yang harus kita ngiangkan setiap hari di dalam diri.

Masih ingat wise words yang ini:

“Yesterday is history. Tomorrow is mystery. Today is a gift. That’s why we call it present.”

“The clock is running. Make the most of today. Times waits for no man…”

“Yesterday is a cancelled check. Tomorrow is a promissory note. Today is the only cash you have, so spend it wisely” (Kay Lyons)

All we should do is to give our best for today.

Bagaimana dengan planning? Apakah dengan hanya fokus kepada hari ini saja, kita tidak mesti membuat planning untuk hari depan?

Nasihat bijak selalu mengingatkan kita untuk tidak merisaukan esok, tidak berangan-angan.  Tetapi bukan berarti berencana itu buruk untuk dilakukan. Kembali kepada ketentuan mutlak; kita boleh berencana, tetapi apa yang akan terjadi sepenuhnya adalah kehendakNYA. Apapun yang kita rencanakan, kita usahakan untuk melakukan yang terbaik yang kita bisa. Dengan catatan bahwa kita tidak boleh lupa untuk sepenuhnya berserah kepada ALLAH untuk apapun hasilnya. Ini yang kita sebut sebagai Tawakkal. Then we can find a peaceful heart for whatever we do, for whatever we fight for, whatever the results, whatever that may come and go, whatever that will stay.

Sometimes, we may feel worry, sad and other gloomy feelings. Sudah sifat manusia seperti itu. We can’t fight and we can’t deny that. Tetapi–lagi untuk yang sekian kalinya, hehe–we should not stay long in that gloomy atmosphere, because we all know that there will always sunshine or even plus rainbow after the rain 🙂

 

atau kita bisa juga memutuskan untuk melukiskan pelangi kita sendiri bahkan si saat badai sekalipun–eh, bisa?

daaan, sudah sifat manusia juga untuk menjadi lupa. Tahu dengan sifat tersebut akan selalu menempel pada diri kita, then as good Moslem, we should remind ourselves in every day in every single step we make, devote everything to ALLAH SWT by saying:

“Bismillaahi tawakkaltu ‘alallah…laa hawla wala quwwata illa billaah..”

Berserah diri sepenuhnya kepadaNYA kemanapun kaki melangkah 🙂

Iklan

3 responses »

  1. Ping-balik: In Between | Just Everland

Say something?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s