Ketetapan dan Ketentuan

Standar

Mau revisi opini saya mengenai galau. *eng ing eng…talking about galau lagi :p

Untuk berada dalam keadaan galau itu wajar. Namanya juga manusia. Tapi…*here’s the big BUT

TAPI, jangan berlama-lama dalam kegalauan. Detik hidup terlalu berharga untuk sebagiannya dialokasikan kepada kegalauan. Cukup satu atau dua hari saja, jangan lebih *grin, 2 hari, lama juga ya? 2 hari itu = 172.800 detik! bayangkan energi yang terkuras dalam kurun waktu tersebut.

Tapi (lagi), berangkat dari opini teman saya–dalam wujud frasa– “Galauness in an energy”
*maaf kawan, indeed i do galau fo that πŸ˜€ orapopo yo. kan untuk melahirkan sebuah pemikiran positif. ada benernya juga. Saya mengartikannya sebagai ‘Kegalauan dalam bentuk sebuah energi” *benarkah interpretasi saya ini, kawan?

Saat galau, ya ingat saja, jangan berlama-lama dan pikirkan bagaimana cara merespon perasaan galau yang datang secara positif. Jika demikian, akan lahir suatu reaksi positif berupa tindakan (mungkin) yang tentunya didukung oleh energi (berupa kemauan) untuk keluar dari kegalauan tersebut.

Sebenernya apa sih galau itu? Awalnya saya bingung juga. usut punya usut galau itu ya risau, gundah gulana, dkk.
silahkan lihat di tiga link berikut :
http:kamusbahasaindonesia.org/galau
http:www.sinonimkata.com/sinonim-151914-galau.html
https:plus.google.com

Hal yang mencuatkan revisi di atas adalah pemikirannya Bapak ‘Aidh al-Qarni dalam bukunya “Detik-detik Usia yang Paling Mahal” mengenai ketetapan dan ketentuanNYA dalam semua hal. SEMUA.
berikut kutipannya :

Allah Swt menjadikan segala sesuatu dengan batasan tertentu, ada zaman yang tidak boleh dilewatinya dan waktu yang tidak boleh dilangkahinya. Sehingga, apabila telah sampai waktu yang ditetapkan, maka tidak akan diakhirkan sedikitpun dan tidak juga didahulukan.

Musibah itu ada waktunya, kemudian hilang. Ada zamannya, kemudian berubah. Karena Allah Swt menjadikan segala sesuatu itu dengan ketentuan.

Penyakit itu ada hari-harinya dan malam-malam yang sudah ditentukan, kemudian dia akan sehat. Karena Allah Swt menjadikan sesuatu itu dengan ketetapan.

Kebingungan itu ada waktu-waktunya dan kegalauan pun ada waktu-waktunya, kemudian ia akan berganti dengan kesenangan dan fajar kebenaran, karena Allah Swt menjadikan segala sesuatu itu dengan ketentuan.

Kefakiran itu ada zaman-zamannya walaupun panjang dan ketidakpunyaan itu ada waktu-waktunya walaupun luas, kemudian dia akan lenyap, karena Allah Swt menjadikan segala sesuatu dengan ketentuan.

Anda tidak punya pilihan kecuali harus beramal, semangat dalam berbuat kebaikan, dan mengorbankan kelapangan, mengikhlaskan usaha, membenarkan amal, dan membumikan ubudiyyah, kemudian tinggalkanlah buah-buah amalan dan konklusi-konklusi keadaan yang memiliki ketinggian dan kemuliaan.

Janganlah tergesa-tergesa untuk memperoleh apa yang diinginkan dan menghindari apa yang ditakutkan, karena urusannya bukanlah di tanganmu, akan tetapi di tangan Yang menjadikan segala sesuatu dengan ketentuan.

Segala sesuatunya sudah ada ketetapan dan ketentuannya masing-masing. Jadi, lakukan saja yang terbaik yang kita bisa. Apapun yang kita hadapi hari ini bisa jadi buah dari apa yang kita lakukan di hari-hari, tahun-tahun yang lalu atau pengemblengan dariNYA bagi penguatan diri. Apapun yang datang di depan nanti, hadapi. Be wise. Maknai hidup dan jadikan ia bermanfaat. Hidup cuma sekali kawan dan hanya untuk sementara. Hanya jembatan penyebrang untuk kehidupan abadi nanti.

*kesimpulan endingnya nyambung ga ya? tulisan di awal bulan tapi baru disentuh lagi. jadi saja sudah lupa apa kesimpulannya dulu πŸ˜€

Iklan

One response »

  1. Ping-balik: In Between | Just Everland

Say something?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s