Penonton atau Pemain? atau Pelatih, atau Pengamat?

Standar

“Penonton atau Pemain? atau Pelatih, atau Pengamat?” that is what is being questioned by a friend of mine on his morning wall post. then I say : “Pemain dan Pelatih! Feel the fight, share the skills! 😉 bagaimana dengan Pengamat? Menurut saya, klo sudah jadi Pelatih, otomatis pasti akan mengamati. Bedanya dengan sang Pengamat saja, Pelatih akan mengamati dalam diam—a.k.a ga berisik—kemudian hasil pengamatannya akan dimuntahkan berupa solusi nyata, diuji terlebih dahulu keefektifan solusi tersebut dan kemudian jika hasilnya positif efektif untuk diterapkan, tentu saja disalurkan, dialirkan kepada yang dilatih. Kalau pengamat, hm, sepertinya akan mengkritisi saja memberi solusi juga, tetapi tidak disertai dengan pembuktian, pengetesan apakah solusi tersebut —yang biasanya keluar dengan kata “semestinya, seharusnya, sebaiknya, dll”—efektif atau tidak untuk diterapkan. Begitu, ya? :p

Iklan

Say something?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s